Sour Selly Bertahan & Naik Level di Tengah Gugurnya Brand F&B
4 mins read

Sour Selly Bertahan & Naik Level di Tengah Gugurnya Brand F&B

Sour Selly adalah brand F&B di kategori frozen yogurt yang dikenal luas di pasar urban Indonesia. Di tengah tingginya tingkat kegagalan bisnis makanan dan minuman, Sour Selly justru mampu bertahan sekaligus naik level melalui ekspansi dan penguatan brand yang konsisten.

Industri F&B merupakan salah satu sektor paling kompetitif dan rapuh. Banyak brand muncul dengan cepat, viral dalam waktu singkat, lalu menghilang akibat kenaikan biaya bahan baku, perubahan perilaku konsumen, dan tekanan operasional. Dalam konteks ini, keberhasilan Sour Selly menjadi menarik untuk dianalisis sebagai studi ketahanan brand.

Pertanyaannya bukan sekadar mengapa brand ini masih bertahan, melainkan strategi bisnis apa yang membuat Sour Selly tetap relevan dan bertumbuh saat industri semakin selektif.

Fokus Produk sebagai Fondasi Ketahanan Brand

Salah satu kekuatan utama Sour Selly terletak pada fokus produk yang sangat jelas dan konsisten. Sejak awal, frozen yogurt diposisikan sebagai inti bisnis—bukan sekadar variasi menu atau tren musiman. Fokus ini membentuk identitas produk yang kuat dan mudah dikenali di tengah padatnya pasar brand F&B.

Banyak brand makanan dan minuman gagal bertahan karena mencoba terlalu banyak hal sekaligus. Menu melebar, konsep berubah-ubah, dan diferensiasi menjadi kabur. Sour Selly mengambil pendekatan sebaliknya: memperdalam satu kategori dan terus menyempurnakan pengalaman produknya dari waktu ke waktu.

Laporan McKinsey Consumer Pulse (2024) menunjukkan bahwa brand dengan positioning produk yang jelas memiliki peluang bertahan lebih tinggi saat daya beli melemah. Konsumen cenderung memilih brand yang mudah dipahami dan konsisten, terutama di masa ketidakpastian ekonomi.

Selain itu, fokus produk mempermudah pengendalian kualitas dan efisiensi operasional. Konsistensi rasa dan pengalaman pelanggan di berbagai outlet menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis.

Baca Juga: Strategi Data Kopi Kenangan dalam Mengelola Pertumbuhan Multi-Outlet

Membaca Perubahan Perilaku Konsumen F&B

Ketahanan Sour Selly juga ditentukan oleh kemampuannya membaca perubahan perilaku konsumen industri kuliner. Di tengah meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat, frozen yogurt diposisikan sebagai dessert yang terasa lebih ringan dan relevan dengan kebutuhan konsumen urban.

Menurut Euromonitor International (2024), konsumen F&B semakin mencari keseimbangan antara rasa, pengalaman, dan persepsi kesehatan. Tren ini membuka peluang bagi brand yang mampu mengkomunikasikan nilai tersebut secara realistis dan konsisten.
(Sumber eksternal: Euromonitor)

Menariknya, Sour Selly tidak menjual klaim kesehatan secara berlebihan. Brand ini lebih menekankan pengalaman menikmati dessert yang fun, kontekstual, dan tidak menggurui. Pendekatan komunikasi ini terasa lebih jujur dan dekat dengan audiens.

Kedekatan emosional dengan konsumen dibangun melalui bahasa brand yang ringan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Relasi ini berperan besar dalam menjaga loyalitas pelanggan, bahkan ketika persaingan di industri F&B semakin ketat.

Eksekusi Bisnis dan Strategi Skalabilitas

Banyak brand F&B gugur bukan karena ide yang buruk, melainkan karena eksekusi bisnis yang terlalu agresif. Ekspansi cepat tanpa kesiapan sistem sering kali berujung pada masalah operasional dan tekanan arus kas.

Sour Selly menunjukkan pendekatan yang lebih terkontrol. Ekspansi dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan sistem, sumber daya manusia, serta konsistensi kualitas produk. Pendekatan ini sejalan dengan temuan Harvard Business Review (2024) yang menyebutkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan lebih ditentukan oleh kesiapan operasional dibandingkan kecepatan ekspansi.

Fleksibilitas model bisnis juga menjadi keunggulan. Brand ini mampu beradaptasi dengan berbagai format outlet dan lokasi tanpa kehilangan identitas produk. Inti brand tetap dijaga, sementara strategi operasional disesuaikan dengan konteks pasar.

Di tengah banyaknya brand F&B yang tumbang akibat tekanan biaya dan penurunan traffic, disiplin dalam eksekusi menjadi pembeda utama. Pendekatan yang rapi dan terukur terbukti lebih relevan dibanding sekadar mengandalkan gimmick pemasaran.

Baca Juga: Pocari Sweat Run 2026: Mengubah Event Olahraga Jadi Mesin Pertumbuhan Kota

Kesimpulan 

Keberhasilan Sour Selly bertahan dan naik level di tengah tekanan industri F&B bukanlah kebetulan. Fokus produk yang jelas, pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen, serta eksekusi bisnis yang disiplin menjadi fondasi utama pertumbuhan brand ini.

Brand ini menunjukkan bahwa bertahan di industri kuliner bukan soal seberapa cepat berkembang, melainkan seberapa kuat pondasi yang dibangun sejak awal. Di tengah seleksi alam industri F&B, konsistensi dan relevansi justru menjadi aset paling berharga.

Bagi pelaku bisnis makanan dan minuman, kisah ini menjadi pengingat penting: krisis bukan hanya ujian daya tahan, tetapi juga momentum untuk membuktikan kualitas strategi bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *